..SELAMAT DATANG DI BLOG MUKHLIS FADLI..MARI KITA SHARE PENGALAMAN..

Selasa, 15 Mei 2018

SENJATA-SENJATA WIRO SABLENG 212



Senjata-senjata Wiro Sableng

 
Kapak Maut Naga Geni 212
Senjata utama Wiro Sableng. Sebuah kapak besar bermata dua, dengan gagang berupa seruling dan ujung gagang berbentuk kepala naga. Di masing-masing mata kapak terukir angka 212. Di seri pertama Wiro Sableng : "Empat Berewok dari Goa Sanggreng", dikatakan bahwa kapak ini terbuat dari logam dan gading. Mulut ukiran naga dapat menembakkan jarum-jarum beracun, dengan jalan menekan tombol rahasia pada kapak. "Seruling" di gagang kapak dapat ditiup dan mengeluarkan suara yang sangat dahsyat. Beberapa musuh WIro Sableng yang tidak dapat dibunuh dengan kesaktiannya yang lain, dapat dikalahkan atau dibunuh dengan bunyi seruling ini, misalnya : Dewi Siluman dari Bukit Tunggul pada episode Dewi Siluman dari Bukit Tunggul, atau nenek Arashi pada episode Pendekar Gunung Fuji. Kapak ini baru dapat digunakan dengan mengerahkan tenaga dalam. Tebasannya terlihat seperti sinar putih dan mengeluarkan bunyi seperti dengungan ratusan tawon. Kapak ini juga mengandung racun mematikan. Pada episode Tiga Setan Darah dan Cambuk Api Angin, di akhir episode, pemegang Cambuk Api Angin terbunuh oleh racun ini, setelah tangannya putus ditebas Kapak Maut Naga Geni 212.

Batu Hitam 212
Batu hitam seukuran telapak tangan orang dewasa, berukir angka 212. Jika batu hitam ini diadu dengan mata Kapak Maut Naga Geni 212, dapat memercikkan semburan api besar yang sangat panas dan berkekuatan sangat tinggi makanya batu ini jarang sekali di keluarkan.

Bintang 212
Senjata rahasia berbentuk bintang dengan ukiran angka 212, digunakan dengan cara dilemparkan, seperti senjata "shuriken" milik ninja. Bintang 212 digunakan dalam episode Keris Tumbal Wilayuda dan Rahasia Lukisan Telanjang

Jumat, 11 Mei 2018

FILOSOFI ANGKA “212” PADA NOVEL SILAT WIRO SABLENG PENDEKAR KAPAK MAUT NAGA GENI 212 KARANGAN ALMARHUM BASTIAN TITO

FILOSOFI ANGKA “212” PADA NOVEL SILAT WIRO SABLENG
PENDEKAR KAPAK MAUT NAGA GENI 212 KARYA ALMARHUM BASTIAN TITO.


Dalam penokohan di dalam sebuah cerita memang diperlukan sebuah brand tertentu yang dapat memudahkan para penikmat cerita untuk mengingat tokoh yang ada pada sebuah cerita.  Tidak hanya nama tokoh tapi juga bisa sebuah julukan bagi tokoh dalam cerita itu agar menjadi akrab dalam imajinasi para pembacanya.  Dengan nama dan julukan itu, maka pembaca akan terhanyut dalam menyelami alur cerita yang mengalir dalam cerita itu sambil berimajinasi bebas dalam penggambaran tokoh tersebut.

Di kesempatan kali ini..saya akan mencoba mengupas salah satu buku novel silat karangan salah satu pengarang yang selalu ditunggu-tunggu kelanjutan dari salah satu novelnya, mekipun ada sedikit kekecewaan di hati penggemarnya, karena ceritanya terputus tidak ada kelanjutannya lagi hingga tidak diketahui akhir dari ceritanya, dikarenakan beliau sudah meninggal sebelum menyelesaikan novel beliau.  Baiklah, novel tersebut adalah novel silat “WIRO SABLENG PENDEKAR KAPAK MAUT NAGA GENI 212” karangan BASTIAN TITO yang beliau juga adalah ayah dari aktor muda ternama kebanggaan Indonesia, yaiti Vino G. Bastian.  Dalam novel tersebut, terkadang tokoh utama bernama asli Wiro Saksana disebut dengan Wiro Sableng, Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 atau hanya Pendekar 212 saja.

Nah..sekarang apa maksud dari angka “212” yg disematkan pada nama tokoh tersebut? Atau hanya deretan angka saja tanpa maksud tertentu?

Untuk mengetahuinya, maka kita harus merujuk pada seri perdana buku tersebut yang beliau beri judul “Empat Berewok Dari Goa Sanggreng”.


Dalam cuplikan novel itu, dikisahkan guru dari Wiro Sableng yaitu Sinto Weni atau lebih dikenal dengan Sinto Gendeng memberikan petuah luhur tentang maksud dan kandungan dari angka “212” yang disematkan pada nama pendekar 212 tersebut pada saat sang pendekar sudah berumur tujuh belas tahun.

Berikut cuplikan dialog antara guru dan murid itu, dalam judul Empat Berewok Dari Goa Sanggreng”.:

……..

Kesunyian menyeling beberapa lamanya. Kesunyian ini dipecahkan oleh suara Eyang Sinto Gendeng kembali.

"Hari ini adalah hari yang penghabisan kau berada di sini, Wiro!"

"Eyang....," terkejut Wiro Saksana mendengar kata-kata gurunya yang tiada disangkanya itu.

"Kau terkejut....? Tak perlu terkejut. Di dunia ini selalu ada waktu bertemu selalu ada waktu perpisahan. Waktu datang dan waktu pergi! Aku telah selesai dengan kewajibanku memberikan segala macam ilmu kepada kau dan kau sudah selesai dengan kewajiban kau yaitu menuntut dan mempelajari ilmu itu dariku...."

Dalam duduknya itu Wiro Saksana jadi tertegun. Jadi rupa-rupanya apa yang dinyanyikan oleh Eyang Sinto Gendeng tadi ada hubungannya dengan peri kehidupannya. Cuma yang belum dimengerti Wiro ialah barisan kalimat, Tujuh belas tahun masa perjanjian.... tujuh belas tahun saat pembalasan.... Eyang Sinto Gendeng tiba-tiba melayang turun ke tanah kembali. Dia berdiri di hadapan muridnya. Dan mulai lagi bicara.

"Segala apa yang ada di dunia ini selalu terdiri atas dua bagian, Wiro! Dua bagian yang berlainan satu sama lain tapi yang menjadi pasangan-pasangannya...."

Wiro Saksana kerenyitkan kening tak mengerti. "Misalnya Eyang?" tanyanya.

"Misalnya...., ada laki-laki ada perempuan. Bukankah itu dua bagian yang berlainan? Tapi merupakan pasangan?!"

"Betul Eyang...."

"Misal lain.... ada langit.... ada bumi. Ada lautan ada daratan. Ada api ada air.... ada panas ada dingin. Ada hidup ada mati, ada miskin ada kaya. Ada buta ada melek. Ada lurus ada bengkok, ada panjang ada pendek, ada tinggi ada rendah, ada dalam ada cetek! Semuanya selalu begitu Wiro, Kemudian.... ada susah ada senang, ada tertawa ada menangis. Di atas semua itu ada satu yang tertinggi. Yang satu ini ialah penciptanya. Siapa yang ciptakan kau, Wiro....?"

"Tidak tahu Eyang...."

"Goblok!"

"Aku tahu Eyang...."

"Siapa?"

"Ibu sama bapakku."

"Siapa yang mencipatakan ibu sama bapak kau?"

"Nenek sama kakek...."

"Yang menciptakan nenek sama kakek....?"

"Nenek dari nenek dan kakek dari kakek...."

"Dan yang menciptakan nenek dari nenek serta kakek dari kakek....?"

"Ya nenek dari nenek dari nenek dan kakek...."

"Geblek!" bentak Sinto Gendeng. "Manusia tidak pernah bisa menciptakan manusia! Bapak kau kawin sama ibu kau dan ibu kau cuma melahirkan kau, lain tidak!! Ibu kau dilahirkan sama nenek, kau begitu seterusnya goblok! Semua manusia ini, semua apa saja di dunia ini diciptakan oleh Yang Satu. Oleh Gusti Allah! Hal-hal yang dua itupun juga diciptakan dengan kodrat iradatnya Gusti Allah. Gusti Allah ciptakan laki-laki juga Dia ciptakan perempuan. Gusti Allah bikin langit, juga bikin bumi. Bikin orang-orang susah juga bikin orang-orang senang. Bikin manusia-manusia kaya juga bikin manusia-manusia miskin. Sekarang aku mau tanya sama kau. Berapa kau punya mata?"

"Dua, Eyang."

"Hidung?"

"Satu Eyang."

"Lobang hidung?"

"Dua Eyang...."

"Mulut?"

"Satu...."

"Bibir?"

"Dua Eyang."

"Kepala?"

"Satu...."

"Tangan?"

"Dua...."

"Kaki....?"

"Juga dua Eyang...."

"Kau punya biji kemaluan....?"

"Dua Eyang," dan dalam hatinya Wiro memaki tapi geli.

"Kau punya batang kemaluan?"

"Satu Eyang...." Wiro geli lagi dan memaki lagi.

"Nah.... itu semua membuktikan di dunia ini kehidupan manusia adalah tak ubahnya seperti bilangan dua dan satu, satu dan dua, dua satu dua dan seterusnya. Angka dua dan satu itu selalu ada melekat dalam diri manusia. Dan semuanya itu hanya diciptakan oleh Yang Maha Kuasa yakni Gusti Allah! Kehidupan dua dan satu ini, kehidupan dua satu dua ini, dan adanya dua satu dua ini tak bisa diingkari dan harus melekat dalam diri manusia! Manusia pasti akan merasakan senang susah, gembira sedih, kaya miskin, lapar kenyang, hidup mati, dan manusia juga musti percaya pada yang satu yakni Gusti Allah...."

"Tapi manusia yang picak, Eyang, matanya cuma satu, manusia yang buntung kakinya sebelah, berarti cuma punya satu kaki. Jadi dia tidak memiliki angka dua yang sempurna dalam dirinya...."

"Betul, meski begitu berarti dia cuma punya satu mata, punya satu kaki! Nah, bukankah ada juga melekat angka satu pada dirinya?! Aku sudah bilang sama kau bahwa dalam diri manusia musti ada angka dua dan satu itu! Apa kau masih kurang ngerti, goblok?!"

Wiro diam, kata-kata gurunya itu memang betul.

"Sekarang berdirilah kau!," perintah Eyang Sinto Gendeng.

Wiro Saksana berdiri. Eyang Sinto Gendeng menyeringai dan tertawa cekikikan. Tiba-tiba dari balik pakaian hitamnya dikeluarkannya kembali kapak saktinya. Terkejut Wiro Saksana dan pemuda ini mundur beberapa langkah ke belakang. Sinto Gendeng menyeringai lagi, tertawa lagi hingga kedua matanya berair.

………


Nah..bagaimana sahabat sekalian?..begitulah penjelasan dari angka “212” menurut penokohan novel tersebut, walaupun saya tidak membahas lebih dalam secara detail, tapi saya yakin dan percaya bahwa merujuk pada dialog di atas, sahabat sekalian dapat menyimpulkan maksud deretan angka 212 tersebut.

Kamis, 10 Mei 2018

DAFTAR KESAKTIAN WIRO SABLENG PENDEKAR KAPAK MAUT NAGA GENI 212 DALAM NOVEL SILAT KARYA BASTIAN TITO



DAFTAR KESAKTIAN WIRO SABLENG
PENDEKAR KAPAK MAUT NAGA GENI 212
DALAM NOVEL SILAT KARYA BASTIAN TITO



PUKULAN SAKTI [17 pukulan]

Sinto Gendeng (8 pukulan)
Pukulan Sinar Matahari
Pukulan Angin Puyuh
Pukulan Angin Es
Pukulan Kunyuk Melempar Buah
Pukulan Benteng Topan Melanda Samudra
Pukulan Segulung Ombak Menerpa Karang
Pukulan Tameng Sakti Menerpa Hujan
Pukulan Dinding Angin Berhembus Tindih Menindih

Tua Gila (2 pukulan)
Pukulan Dewa Topan Menggusur Gunung
Pukulan Kilat Menyambar Puncak Gunung

Kitab Putih Wasiat Dewa (7 pukulan)
Pukulan Harimau Dewa
Pukulan Tangan Dewa Menghantam Matahari
Pukulan Tangan Dewa Menghantam Batu Karang
Pukulan Tangan Dewa Menghantam Rembulan
Pukulan Tangan Dewa Menghantam Air Bah
Pukulan Tangan Dewa Menghantam Api
Pukulan Tangan Dewa Menghantam Tanah

JURUS SILAT [19 jurus]

Sinto Gendeng (13 jurus)
Jurus Membuka Jendela Memanah Rembulan
Jurus Dibalik Gunung Memukul Halilintar
Jurus Titiran Terbang Ke Langit
Jurus Burung Walet Menembus Awan
Jurus Kepala Naga Meyusup Awan
Jurus Ular Naga Menggelung Bukit
Jurus Menepuk Gunung Memukul Bukit
Jurus Orang Gila Mengebut Lalat
Jurus Kincir Padi Berputar
Jurus Kipas Sakti Terbuka
Jurus Naga Sebatkan Ekor
Jurus Pecut Sakti Menabas Tugu
Jurus Gunung Meletus Batu Melesat Ke Luar Kawah


Tua Gila (4 jurus)
Jurus ilmu silat Orang Gila
Jurus badai menerpa gelombang
Jurus Orang Gila Melenggang Ke Awan
Jurus Ular Gila Membelit Pohon Menarik Gendewa

Pendekar Pedang Akhirat (3 jurus)
Jurus ilmu pedang Tiba-Tiba Muncul Pelangi/Cip Hian Jay Hong
Jurus ilmu pedang Malaikat Menundukkan Siluman/Lo Han Ciang Yau
Jurus ilmu pedang Setan Meratap Malaikat Menangis/Kui Gok Sin Ki

ILMU KESAKTIAN [15 ilmu]

Sinto Gendeng (4 ilmu)
Ilmu Belut Menyusup Tanah
Ilmu lari Kaki Angin
Ilmu Menyusupkan Suara
Ilmu pukulan Telapak 212
Ilmu Sepasang Inti Roh

Nenek Muka Kucing/Neko (1 ilmu)
Ilmu Koppo/Mematahkan Tulang

Ratu Duyung (1 ilmu)
Ilmu Menembus Pandang

Kitab Putih Wasiat Dewa (1 ilmu)
Ilmu Sepasang Pedang Dewa

Raja Penidur (1 ilmu)
Ilmu Silat Orang Tidur

Luhrembulan (1 ilmu)
Ilmu Membelah Bumi Menyedot Arwah

Datuk Tanpa Bentuk Tanpa Ujud (1 ilmu)
Ilmu Empat Penjuru Angin Menebar Suara

Hantu Selaksa Angin (1 ilmu)
Ilmu Menahan Darah Memindah Jasad

Nyi Roro Manggut (1 ilmu)
Ilmu Meraga Sukma


Kumara Gandamayana (1 ilmu)
Ilmu Masuk dan Bernapas Dalam Tanah

Dewi Loro Jonggrang (1 ilmu)
Ilmu Bahasa Gerak Tangan Orang Bisu

Nenek Rauh Kalidhati (1 ilmu)
Ilmu Tiga Bayangan Pelindung Raga

Rabu, 09 Mei 2018

DAFTAR JUDUL BUKU NOVEL SILAT “WIRO SABLENG PENDEKAR KAPAK MAUT NAGA GENI 212” KARANGAN BASTIAN TITO



DAFTAR JUDUL BUKU NOVEL SILAT “WIRO SABLENG PENDEKAR KAPAK MAUT NAGA GENI 212” KARYA BASTIAN TITO



Episode Empat Berewok Dari Goa Sanggreng (3 episode)
001.Empat Berewok Dari Goa Sanggreng
002. Maut Bernyanyi Di Pajajaran
003. Dendam Orang Orang Sakti

004. Keris Tumbal Wilayuda
005. Neraka Lembah Tengkorak
006. Pendekar Terkutuk Pemetik Bunga
007. Tiga Setan Darah Dan Cambuk Api Angin
008. Dewi Siluman Bukit Tunggul
009. Rahasia Lukisan Telanjang
010. Banjir Darah Di Tambun Tulang
011. Raja Rencong Dari Utara
012. Pembalasan Nyoman Dwipa
013. Kutukan Empu Bharata
014. Sepasang Iblis Betina
015. Mawar Merah Menuntut Balas
016. Hancurnya Istana Darah

Petualangan Wiro di negeri Tiongkok/China (3 episode)
017. Lima Iblis Dari Nanking
018. Pendekar Pedang Akhirat
019. Pendekar Dari Gunung Naga

020. Hidung Belang Berkipas Sakti
021. Neraka Puncak Lawu
022. Siluman Teluk Gonggo
023. Cincin Warisan Setan
024. Penculik Mayat Hutan Roban
025. Cinta Orang Orang Gagah (sequel episode Hancurnya Istana Darah)
026. Iblis Iblis Kota Hantu
027. Khianat Seorang Pendekar

Episode Petaka Gundik Jelita (2 episode)
028. Petaka Gundik Jelita
029. Bencana Di Kuto Gede

030. Dosa Dosa Tak Berampun (sequel episode Raja Rencong Dari Utara)

Episode Pangeran Matahari Dari Puncak Merapi (3 episode)
031. Pangeran Matahari Dari Puncak Merapi
032. Bajingan Dari Susukan
033. Panglima Buronan

034. Munculnya Sinto Gendeng
035. Telaga Emas Berdarah
036. Dewi Dalam Pasungan
037. Maut Bermata Satu
038. Iblis Berjanggut Biru
039. Kelelawar Hantu
040. Setan Dari Luar Jagat
041. Malaikat Maut Berambut Salju
042. Badai Di Parangtritis
043. Dewi Lembah Bangkai
044. Topeng Buat Wiro Sableng
045. Manusia Halilintar
046. Serikat Setan Merah
047. Pembalasan Ratu Laut Utara
048. Memburu Si Penjagal Mayat
049. Srigala Iblis
050. Mayat Hidup Gunung Klabat
051. Raja Sesat Penyebar Racun
052. Guna Guna Tombak Api
053. Kutukan Dari Liang Kubur
054. Pembalasan Pendekar Bule
055. Misteri Dewi Bunga Mayat
056. Ratu Mesum Bukit Kemukus
057. Nyawa Yang Terhutang
058. Bahala Jubah Kencono Geni
059. Peti Mati Dari Jepara
060. Serikat Candu Iblis
061. Makam Tanpa Nisan (sequel episode Banjir Darah Di Tambun Tulang)
062. Kamandaka Si Murid Murtad
063. Neraka Krakatau
064. Betina Penghisap Darah
065. Hari Hari Terkutuk
066. Singa Gurun Bromo

Episode Halilintar Di Singosari (2 episode)
067. Halilintar Di Singosari
068. Pelangi Di Majapahit

Episode Ki Ageng Tunggul Keparat (2 episode)
069. Ki Ageng Tunggul Keparat
070. Ki Ageng Tunggul Akhirat

Episode Bujang Gila Tapak Sakti (2 episode)
071. Bujang Gila Tapak Sakti
072. Purnama Berdarah

073. Guci Setan

Episode Dendam Di Puncak Singgalang (2 episode)
074. Dendam Di Puncak Singgalang
075. Harimau Singgalang

076. Kutunggu Di Pintu Neraka
077. Kepala Iblis Nyi Gandasuri

Petualangan Wiro di negeri Sakura/Jepang (3 episode)
078. Pendekar Dari Gunung Fuji
079. Ninja Merah
080. Sepasang Manusia Bonsai

Episode Dendam Manusia Paku (2 episode)
081. Dendam Manusia Paku
082. Dewi Ular

Episode Wasiat Iblis (8 episode)
083. Wasiat Iblis
084. Wasiat Dewa
085. Wasiat Sang Ratu
086. Delapan Sabda Dewa
087. Muslihat Para Iblis
088. Muslihat Cinta Iblis
089. Geger Di Pangandaran
090. Kiamat Di Pangandaran

Episode Tua Gila Dari Andalas (11 episode)
091. Tua Gila Dari Andalas
092. Asmara Darah Tua Gila
093. Lembah Akhirat
094. Pedang Naga Suci 212
095. Jagal Iblis Makam Setan
096. Utusan Dari Akhirat
097. Liang Lahat Gajahmungkur
098. Rahasia Cinta Tua Gila
099. Wasiat Malaikat
100. Dendam Dalam Titisan
101. Gerhana Di Gajahmungkur

Episode Bola Bola Iblis/petualangan Wiro di Latanahsilam (18 episode)
102. Bola Bola Iblis
103. Hantu Bara Kaliatus
104. Peri Angsa Putih
105. Hantu Jatilandak
106. Rahasia Bayi Tergantung
107. Hantu Tangan Empat
108. Hantu Muka Dua
109. Rahasia Kincir Hantu
110. Rahasia Patung Menangis
111. Hantu Langit Terjungkir
112. Rahasia Mawar Beracun
113. Hantu Santet Laknat
114. Badai Fitnah Latanahsilam
115. Rahasia Perk4w1n4n Wiro
116. Hantu Selaksa Angin
117. Muka Tanah Liat
118. Batu Pembalik Waktu
119. Istana Kebahagiaan

Episode Kembali Ke Tanah Jawa (6 episode)
120. Kembali Ke Tanah Jawa
121. Tiga Makam Setan
122. Roh Dalam Keraton
123. Gondoruwo Patah Hati
124. Makam Ke Tiga
125. Senandung Kematian

Episode Badik Sumpah Darah (7 episode)
126. Badik Sumpah Darah
127. Mayat Persembahan
128. Si Cantik Dalam Guci
129. Tahta Janda Berdarah
130. Meraga Sukma
131. Melati Tujuh Racun
132. Kutukan Sang Badik

Episode 113 Lorong Kematian (10 episode)
133. 113 Lorong Kematian
134. Nyawa Kedua
135. Rumah Tanpa Dosa
136. Bendera Darah
137. Aksara Batu Bernyawa
138. Pernikahan Dengan Mayat
139. Api Cinta Sang Pendekar
140. Misteri Pedang Naga Suci 212
141. Kematian Kedua
142. Kitab 1000 Pengobatan

Episode Perjanjian Dengan Roh (5 episode)
143. Perjanjian Dengan Roh
144. Nyi Bodong
145. Lentera Iblis
146. Azab Sang Murid
147. Api Di Puncak Merapi

Episode Dadu Setan (4 episode)
148. Dadu Setan
149. Si Cantik Dari Tionggoan
150. Misteri Pedang Naga Merah
151. Sang Pembunuh

Episode Petaka Patung Kamasutra (6 episode)
152. Petaka Patung Kamasutra
153. Misteri Bunga Noda
154. Insan Tanpa Wajah
155. Sang Pemikat
156. Topan Di Gurun Tengger
157. Nyawa Titipan

Episode Si Cantik Gila Dari Gunung Gede (8 episode)
158. Si Cantik Gila Dari Gunung Gede
159. Bayi Satu Suro
160. Dendam Mahluk Alam Roh
161. Perjodohan Berdarah
162. Badai Laut Utara
163. Cinta Tiga Ratu
164. Janda Pulau Cingkuk
165. Bayi Titisan

Episode Kupu-Kupu Giok Ngarai Sianok (5 episode)
166. Kupu-Kupu Giok Ngarai Sianok
167. Fitnah Berdarah Di Tanah Agam
168. Mayat Kiriman Di Rumah Gadang
169. Bulan Sabit Di Bukit Patah
170. Kupu-Kupu Mata Dewa

Episode Malam Jahanam Di Mataram/petualangan Wiro di masa kerajaan Mataram Kuno (13 episode)
171. Malam Jahanam Di Mataram
172. Empat Mayat Aneh
173. Roh Jemputan
174. Dua Nyawa Kembar
175. Sepasang Arwah Bisu
176. Dewi Kaki Tunggal
177. Jaka Pesolek Penangkap Petir
178. Tabir Delapan Mayat
179. Delapan Sukma Merah
180. Sesajen Atap Langit
181. Selir Pamungkas
182. Delapan Pocong Menari
183. Bulan Biru Di Mataram

Episode Bidadari Dua Musim/masih petualangan Wiro di masa kerajaan Mataram Kuno (terhenti saat baru 2 episode)
184. Dewi Dua Musim
185. Jabang Bayi Dalam Guci

TDS (Tiga Dalam Satu)
1.Lima Laknat Malam Kliwon
2.Seribu Hawa Kematian
3.Srigala Perak
4.Teluk Akhirat
5.Nyawa Pinjaman
6.Bintang Malam
7.Dosa Yang tersembunyi
8.Mustika Mata Srigala

Lanjutan Wiro Sableng (Karya MIKE)
186.Jenazah Simpanan
187.Si Pengumpul Bangkai
188.Bintang Langit Saptuning Jagat
189.Kematian Sang Pendekar
190.Sabda Pandita Ratu
191 jabrik sakti wanara