..SELAMAT DATANG DI BLOG MUKHLIS FADLI..MARI KITA SHARE PENGALAMAN..

Senin, 12 Desember 2016

Pernyataan-pernyataan yang mengandung unsur Syubhat, Inikah bagian dari Fitnah Akhir Zaman?

Pernyataan-pernyataan yang mengandung unsur Syubhat;
Inikah bagian dari Fitnah Akhir Zaman?
(Sebuah Catatan Pribadi)

Mungkin kita sering menyaksikan di layar televisi kita acara-acara yang menampilkan tayangan-tayangan tentang gambaran kehidupan masyarakat kita yang hidup dalam keanekaragaman pemikiran, sudut pandang atau pendapat yang berbeda-beda satu sama lain.  Terkadang dengan perbedaan tersebut jika kita kita tidak bijaksana dalam menanggapinya akan menyulut api amarah kita kepada orang yang kita anggap tidak sejalan dengan pemikiran kita.  Terkadang mereka mengeluarkan pendapat dengan menggunakan hawa nafsu pribadinya yang terkadang hanya sedikit keilmuan yang dimiliki namun berani memberikan pernyataan yang tidak kokoh dan lemah dalam penggunaan hujjah.


Berikut ini adalah beberapa pernyataan yang terindikasi mengandung unsur Syubhat (menurut saya pribadi), yang seandainya saudara-saudara seiman kita yang baru belajar langsung asal telan mentah-mentah dengan statemen-statemen ini bisa terbuai dengan kata-kata indahnya dan dikhawatirkan akan berbahaya untuk “pondasi” dasar aqidah kita selaku umat yang “mengaku” orang Mukmin dan Muslim.  Apalagi jika Pendapat ini keluar mulut tokoh-tokoh yang kita “anggap” memiliki keilmuan yang lebih dari kita baik dalam hal agama atau dalam hal akademis. 

1.      Alloh itu Ada Dimana-mana.
2.      Mending Pemimpin Non Muslim Tapi Jujur daripada Muslim Tapi Zalim.
3.      Wanita itu Tidak Harus Berhijab, Asal Hatinya Tetap berhijab.
4.      Saya belum terpanggil untuk berhijab.
5.   Jilbab itu hanya budaya orang Arab.
6.      Tidak Benar Bahwa Nabi Muhammad Sudah Dapat Jaminan Syurga.
7.      Yang Pentingkan Niatnya Baik.
8.      Semua agama sama. Semua agama mengajarkan kebaikan.
9.    Semua agama baik dan benar. Tak ada agama yang menganjurkan kejahatan kepada pemeluk-pemeluknya.
10.   Yang namanya Alquran yang paling sah untuk menafsirkan yang paling tahu tentang Alquran itu sendiri adalah Allah SWT dan Rasulullah.
11.    Dari pada Demo Bela Al-Quran lebih baik Tidur Siang Hari Jum’at kan Sunnah.
12.  Saya lakukan ini karena Ulama besar itu juga melakukan ini.
13. Cari yang haram saja susah apalagi yang halal.
14. Dll


Pernyataan-pernyataan tadi baru sebagian kecil dan masih banyak lagi untaian kata indah yang sekilas ketika kita mendengarnya akan mengangguk-anggukkan kepala tanda kita setuju dengan pendapat itu.  Padahal bisa jadi jika kita meng-iya-kan akan menggiring kita kepada sebuah keadaan dimana aqidah kita sedikit demi sedikit akan terkorosi oleh syubhat tersebut.
Semoga Alloh. SWT senantiasa memberikan kita hidayah sebagai perisai keimanan kita dalam menghadapi tantangan kehidupan di dunia yang fana ini, yang selalu mendapat godaan bisikan baik itu dari jin, manusia atau hawa nafsu kita pribadi yang selalu mengajak kita keluar dari koridor aqidah keimanan kita.  Hal ini menimbulkan sebuah pertanyaan dalam diri saya pribadi “apakah pernyataan-pernyataan syubhat itu bagian kecil dari fitnah akhir zaman?”.  Hanya Alloh. SWT sebagai tempat kita berlindung dari segala macam fitnah akhir zaman.
Mudah-mudahan Kita semua yang sedang manapaki kehidupan ini dan generasi muda kita yang sedang mencari jati diri dapat memilih tokoh-tokoh yang tepat sebagai panutan dan suri tauladan kehidupan beragama, berbangsa dan bertanah air, dijauhkan dari faham-faham liberal, sekuler, dogmatis, taqlid buta kepada tokoh panutan yang mereka kultuskan tanpa mengindahkan masukan dari orang-orang di sekeliling mereka atau dengan memegang doktrin yang berbahaya yaitu “Right or Wrong is my Idol” atau dengan kata lain baik atau salah tetap menjadi Idola saya.  Padahal sesungguhnya tokoh yang seharusnya kita impikan adalah seorang tokoh yang bisa merefleksikan sifat dari Rosululloh. SAW, karena Beliau lah sebaik-baik suri tauladan bagi kita di kehidupan kita di dunia ini, bukan tokoh yang penuh dengan pencitraan keilmuan.

Wallohu A’lam..
(Mukhlis_Fadli)

2 komentar: